Musik Sebagai Simbol

Musik sama halnya dengan cabang seni lain, erat dengan simbol-simbol tertentu yang berhubungan erat dengan makna tertentu dalam kehidupan masyarakat pendukungnya. Simbol-simbol tersebut tampak pada karakter bunyi yang dihasilkan oleh instrumen-instrumen tersebut (musikal), termasuk vokal/suara manusia. Musik sebagai simbol dapat tampak pada elemen-elemen di dalamnya, seperti tinggi-rendahnya nada, ritme, dinamika, atau tempo.

Berikut ini beberapa penjelasan singkatnya.

  • Nada : tinggi-rendahnya bunyi
  • Ritme : durasi setiap bunyi
  • Dinamika : perubahan bunyi yang terdengar keras menjadi semakin lembut atau bunyi yang terdengar lembut menjadi semakin keras
  • Tempo : kecepatan musik/lagu (sangat cepat, cepat, sedang, lambat, atau sangat lambat)

Nada atau melodi yang diproduksi oleh instrumen, termasuk suara manusia atau vokal. Misalnya, bagaimana kamu memaknai suara tinggi, nyaring, atau melengking (seperti kicauan burung, sirene ambulan, suara bel sepeda) dan suara rendah (seperti suara instrumen bas).

Simbol musik juga dapat dilihat dari aspek nonmusikalnya. Salah satu contoh simbol nonmusikal adalah instrumen musik berdasarkan pada bentuk, bahan pembuat instrumen, warna, atau ornamen-ornamen yang tampak pada instrumen tersebut. Salah satu contoh bentuk simbol ditinjau dari bahan dasar instrumennya adalah instrumen tradisional masyarakat Sunda. Contohnya seperti suling Sunda, baik suling Sunda lubang enam maupun lubang empat.

suling sunda
Suling Sunda

Selain suling, instrumen musik tradisional Sunda yang terbuat dari bambu adalah angklung. Dalam masyarakat Sunda, angklung terdiri dari beberapa jenis. Salah satunya adalah jenis Angklung Sunda/Indonesia, yaitu jenis angklung yang seringkali kita lihat dalam pertunjukan musik. Dalam proses permainan musik angklung, pemain ada yang memegang satu buah angklung, tetapi dapat pula satu orang pemain dapat memegang banyak nada dalam permainannya.

Instrumen yang terbuat dari bambu tidak hanya ditemukan di Indonesia, tetapi digunakan pula di banyak negara lain. Seperti di Filipina (marimba, tumpong, angklung), Thailand (khene), Vietnam (Dan Bau), Arab (nay atau serunai Arab), Jepang (shakuhachi), dan Cina (dizi). Kenapa banyak negara menggunakan bambu untuk membuat instrumen musik ya?

Baca Juga : Pengertian Musik Tradisional – Masrafli.Com

Karena bunyi instrumen yang terbuat dari bambu seringkali dipandang menghasilkan bunyi yang indah oleh masyarakat pendukungnya. Misalnya masyarakat Sunda, penilaian indah terhadap punyi yang dihasilkan oleh angklung tersebut tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat Sunda.

Masyarakat sunda dikenal sebagai masyarakat yang akrab atau dekat dengan lingkungan alam. Mereka memandang lingkungan hidupnya sebagai sesuatu yang indah, yang harus dihormati, diakrabi, dipelihara, dan dirawat. Kedekatan masyarakat Sunda dengan lingkungan alam tampak pada tindakan mereka untuk menjadikan bahan-bahan dari lingkungan sektiar, misalnya bambu sebagai bagian dari kebutuhan untuk mengekspresikan keindahan.

Share